Nurhayati, S. Pd

Dilahirkan pada tanggal 01 Januari 1980 di Bengkalis. Anak ke tujuh dari pasangan Ibrahim (Alm) dan Zaurah. Menamatkan sekolah SD di SDN 3 Selatpanjang kecamata...

Selengkapnya
Navigasi Web

CORONA MENYAPA

Jelang 10 pekan  kita menghadapi pandemi covid 19. Berbagai situasi merubah  keadaan. Di bidang  pendidikan saja, telah lama diterapkan bekerja dari rumah, belajar dari rumah,  dan beribadah dari rumah. 

Selama bulan suci Ramadan saja kita menemui hal yang tak pernah kita lakukan selama ini. Biasanya kita melaksanakan salat berjamaah di masjid. Malam pertama atau sepekan pertama, jika kita tidak cepat-cepat ke masjid dipastikan kita tidak akan kebagian saf di dalam masjid. Pasti di luar, teras  masjid.  Tapi jangan ditanyakan jika Ramadan memasuki 10 malam terakhir. Dipastikan masjid berpindah ke mall.  Artinya orang lebih banyak di mall ke timbang di masjid. Apakah tidak ada orang melaksanakan salat tarawih di masjid? Jawabnya,  ada. Yang tersisa pasti golongan kaum tua. 

Itu sebagian pembiasaan masyarakat indonesia.

Berbeda dengan tahun ini, Ramadan hanya bisa dilaksanakan di rumah. Protokol pemerintah itupun dilaksanakan oleh masyarakat. Ada rasa was-was. Sebab di luar sana,  antara orang yang tanpa gejala kita tidak mengetahuinya. Jadinya full ibadah di rumah. 

01 syawal tiba. Umat islam seluruh dunia merayakan kemenangan. Ya di hari "Lebaran".

Lebaran tahun ini memang di rumah saja.  Kue sudah dua kali diisi di toples.  Tamu tidak banyak.  Tetapi  bisa habis cepat. Benar-benar menikmati lebaran di rumah bersama keluarga. Sampai pintupun kadang enggan di buka. Yang datang itupun keluarga dekat yang berada dalam satu wilayah. 

Yang berbeda wilayah kita pun bisa saling kunjung. Walau di masa pandemi ini. Tidak  ada rasa takut apalagi was-was. Alhamdulillah  juga, tidak  ada batas jarak diantara kita. Kita bisa saling bicara, bisa ketawa bahagia bersama dengan keluarga di berbagai daerah. Walau hanya ditemui lewat gawai dan laptop. 

Video call pun menjadi sasaran empuk. Siang malam bervc ria. Ditambah lagi dengan  menggunakan aplikasi zoom. Bergabunglah dari  berbagai daerah, mulai dari Batam, Pekanbaru, Medan, 

Bengkalis serta  Tanjungpinang. Menyatu,  bertemu di suasana Aidil Fitri. Sampai  pada akhirnya,  saat syawal kedua lepaslah tantangan menulis 365 hari.  Terjun bebas itupun dilakukan tidak dengan sengaja dan tak terelak lagi. Sebab  akibat dari sebuah hati.  Hati girang ketemu dengan abang, kakak,  para sepupu, ponaan,  dan juga cucu. Membuat hilang dan lupa bahwa tulisan belum terposting.  Padahal hari itu.  Akan bercerita tentang "lebaran virtual zoom 2020" di blog gurusiana. 

Setelah tadi malam baru terlihat di blog ketika hendak menulis. Terlihat jelas ada bolong satu. Astaqfirullah.  Ya sudahlah. Ulang lagi dan tulis lagi. Bismillah.  Padahal Corona ini sangat membantu saya dalam menulis.  Insyaallah belum pernah bolong. Sejak beberapa kali telah terjun bebas saat sebelum pandemi hadir. 

Marilah berdamai dengan hati.

Disiplinkan waktu untuk menulis.

Bismillah.. 

Dan tetaplah gunakan masker. 

Batam,  26 Mei 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post